Headlines News :

BERLAN88.BLOGSPOT.COM

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Problema. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Problema. Tampilkan semua postingan

Kemampuan Orgasme Wanita Dapat Diketahui Dari Cara Berjalan

Written By Berlan on Selasa, 06 Desember 2011 | 10.57

Orgasme adalah perasaan menyenangkan yang muncul saat melakukan aktifitas seks. Perasaan nikmat yang muncul saat orgasme oleh sebagian orang disebut puncak seks dan karena itu seks tanpa orgasme kadang membuat banyak orang jadi pusing. 

Orgasme pada wanita berbeda pada pria. Beberapa wanita ada yang mudah mencapai orgasme dan beberapa lainnya mengaku sulit mencapai orgasme. Bahkan beberapa wanita mengaku belum pernah merasakan orgasme sekalipun dalam hidup mereka. 

Beberapa pakar seksologi berpendapat bahwa ada hubungan antara kemampuan seorang wanita mencapai orgasme dengan cara berjalannya. Walaupun agak aneh tapi setidaknya hubungan tersebut dapat dibuktikan oleh DR. Laura Bermen.

DR. Laura Bermen adalah seorang pakar seksualitas dari Universitas Northwestern yang meneliti seksualitas wanita dan menemukan bahwa wanita-wanita yang sering mencapai orgasme saat bercinta memiliki cara berjalan yang khas.

“Wanita yang berjalan lincah, santai, tampak seksi dan berenergi, independen memiliki kecendrungan mudah mendapatkan orgasme vaginal”, ujar DR. Berman sebagaimana dikutip oleh situs Suntimes. 

Cara berjalan seperti itu menunjukkan otot panggul di sekitar vagina kuat, tidak lemah dan tidak terkunci. Kondisi demikian sangat memungkinkan seorang wanita mengalami orgasme vaginal dengan mudah jika menerima rangsangan seksual.

Jika dilihat dari sudut pandang psikologis, maka wanita yang berjalan dengan percaya diri, santai dan berenergi tentu memiliki rasa percaya diri yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang berjalan dengan tidak bersemangat. Rasa percaya diri yang muncul dari dalam diri membuat wanita-wanita ini lebih mampu mengeksplorasi keinginan seksual, tahu yang mereka inginkan dan paham bagaimana mencapai orgasme. 

Menurut DR Berman, hubungan orgasme dan cara berjalan jika diperhatikan mirip dengan hubungan telur dan ayam. Sangat sulit dipastikan mana yang sebab dan akibat. Cara berjalan bisa meningkatkan kemungkinan mencapai orgasme tapi orgasme yang teratur juga bisa meningkatkan kepercayaan diri dan membuat cara berjalan lebih santai.

Berjalan dengan semangat dan berenergi memiliki dampak positif bagi tubuh. Sehingga lepas dari pendapat DR Berman, seorang wanita disarankan untuk memperbaiki posisi tubuh saat berjalan dan tidak ragu saat menggoyangkan pinggul. Berjalan dengan semangat, berenergi dan percaya diri membuat postur tubuh dan tulang menjadi kokoh dan tidak mudah cedera dan tentu akan membuat organ tubuh lebih peka terhadap rangsangan. 




Sumber : Google

Enam Tanda Pernikahan Diambang Perceraian

http://berlan88.blogspot.com/
Sebuah pernikahan yang diikat oleh tali cinta kasih kadang berakhir dengan perceraian. Penyebab terjadinya perceraian biasanya dimulai dari hal-hal kecil yang menyebabkan pertengkaran-pertengkaran kecil tapi tidak terselesaikan. Pertengkaran kecil yang terjadi terus menerus dapat memicu pertengkaran besar yang ujung-ujungnya adalah perceraian. Padahal pernikahan masih bisa diselamatkan asalkan ada inisiatif dari salah satu atau kedua belah pihak. Karena setiap perceraian mempunyai tanda-tanda yang muncul jauh sebelum perceraian itu terjadi. Dengan mengetahui dan mengenali tanda-tanda pemicu perceraian akan membuat setiap pasangan menjadi lebih waspada sehingga kehidupan rumah tangga dapat diselamatkan. 
 
Di bawah ini enam tanda pernikahan sedang dalam masalah yang jika tidak segera diantisipasi akan menyebabkan perceraian.
 

1. Pasangan anda semakin jarang muncul dalam mimpi anda ketika tidur. 

Kadang ketika dihimpit masalah, anda berpikir dan mengkhayalkan betapa indahnya kehidupan jika berpisah dengan pasangan anda. Jika pikiran-pikiran itu terlalu sering muncul dalam pikiran anda dan bahkan sudah masuk dalam mimpi-mimpi anda ketika tidur maka itu berarti anda sedang terjebak dalam situasi tidak menyenangkan dan anda kesulitan menemukan solusi. Saat menghadapi situasi seperti ini, sebaiknya anda dan pasangan melakukan konsultasi ke penasehat pernikahan sebelum terlambat.

2. Anda merasa lebih sering mengalami hal-hal buruk ketimbang hal baik dalam pernikahan anda. 

Jika anda merasa lebih banyak hal negatif ketimbang positif dalam pernikahan anda, berarti ada masalah dalam pernikahan anda. Jika anda tidak segera mengambil langkah-langkah pro aktif maka masalah lain akan semakin banyak dan menumpuk. Saat itu perceraian sudah berada diambang mata.

3. Anda menyimpan masalah anda sendirian. 

Merasa segan berdiskusi dengan pasangan tentang masalah yang dihadapi adalah tanda awal adanya masalah kepercayaan dalam rumah tangga. Komunikasi adalah sebuah cara untuk menghilangkan stres dan membangun ikatan emosional yang sehat dengan pasangan. Jika anda merasa tidak nyaman berkomunikasi dengan pasangan anda maka itu adalah tanda anda kurang percaya dengan pasangan anda. Pernikahan tidak akan bertahan lama jika ada masalah kepercayaan antara kedua belah pihak.

4. Menyelesaikan masalah dengan pikiran negatif. 

Jika salah satu dari anda terlalu defensif dan merendahkan perasaan pasangan lain, menunjukkan sikap menghina terhadap pendapat pribadi pasangan atau menggunakan cara diam seribu bahasa ketika ada masalah yang muncul, maka itu adalah pertanda ada masalah besar sedang terjadi dalam pernikahan anda. Ketika konflik dihindari ataupun jika dihadapi tetapi menggunakan sikap mental yang negatif ketimbang berpikir positif, maka kemungkinan besar perceraian tidak lama lagi akan terjadi.

5. Anda merasa hanya anda saja yang berusaha menyelesaikan masalah rumah tangga anda. 

Jika anda merasa frustrasi sebab setiap kali anda mencoba membahas masalah perkawinan anda, pasangan anda malah menarik diri dan enggan berdiskusi. Jika situasi ini terus berlanjut maka kedua belah pihak akan semakin berjarak dan tidak ada lagi keinginan untuk bersatu. Ini adalah salah satu tanda pernikahan anda sedang di ujung tanduk, dan perceraian akan segera terjadi jika kedua belah pihak tidak melakukan hal-hal positif untuk menyelamatkan pernikahan.

6. Anda semakin jarang berhubungan seks dengan pasangan. 

Anda tidak lagi tertarik melakukan hubungan seks dengan pasangan anda, begitu pula pasangan anda terhadap anda. Jika pernikahan tidak lagi memiliki keintiman seksual maka itu adalah tanda bahwa pernikahan akan segera berakhir dengan perceraian.

Ke enam tanda pernikahan sedang bermasalah seperti dituliskan di atas bisa menjadi rujukan untuk mengembalikan keharmonisan rumah tangga. Jangan memandang remeh perasaan-perasaan yang muncul, terkadang apa yang anda rasakan sesungguhnya adalah apa yang sedang  terjadi dalam rumah tangga anda tapi tidak disadari.

Yang paling penting adalah tetap berpikir positif dan miliki keinginan kuat mempertahankan pernikahan. Dari keinginan tersebut, perceraian dapat dihindari dan keharmonisan rumah tangga tetap dapat dipertahankan. 



Sumber : Google

12 Penyebab Utama Perceraian

Perceraian adalah pemutusan hubungan perrnikahan antara suami istri berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak dan disaksikan dan diputuskan melalui pengadilan Agama. Penyebab perceraian bermacam-macam mulai dari persoalan seks, ekonomi sampai kurangnya komunikasi selama menjalani kehidupan berkeluarga.

Indonesia adalah salah satu negara dengan tingkat perceraian yang tinggi. Sebagaimana halnya dengan negara-negara berkembang lainnya, sebagian besar penyebab perceraian di Indonesia adalah karena masalah keuangan, kemudian disusul oleh masalah seks dan perselingkuhan. Di negara-negara maju seperti Amerika Serikat juga memiliki tingkat perceraian yang lumayan tinggi. Sebuah sumber menyebutkan bahwa setengah pernikahan di Amerika Serikat berakhir dengan perceraian. Di bawah ini 12 penyebab utama terjadinya perceraian.

1. Masalah Keuangan

Sekitar setengah dari kasus perceraian jika ditelusuri bermula dari masalah keuangan. Beberapa penasehat keuangan menyebutkan bahwa penyebab utama dan terbesar terjadinya perceraian di Amerika Serikat adalah masalah keuangan. Tingginya kebutuhan hidup, sifat konsumtif dan kurangnya kemampuan mengelola keuangan menimbulkan tekanan yang besar dalam kehidupan rumah tangga.

2. Tidak Setia

Perselingkuhan adalah penyebab kedua terbesar perceraian. Sekitar seperempat kasus perceraian disebabkan oleh salah satu atau bahkan mungkin keduanya tidak setia satu sama lain. Sebuah penelitian menyebutkan sekitar 25% pria beristri doyan selingkuh, dalam hubungan jangka pendek maupun jangka panjang.

3. Masalah Seksual

Suami istri yang telah menikah selama bertahun-tahun akan mengalami perubahan sifat seksual. Muncul rasa bosan, dan gairah seks menjadi berkurang. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa pernikahan mapan membuat wanita malas ngeseks, sementara pria memiliki kebutuhan seks yang stagnan sampai tua.  Keinginan terhadap seks yang tidak sama menimbulkan penolakan untuk berhubungan yang ujung-ujungnya akan menyebabkan pertengkaran. Jika pertengkaran terus terjadi tanpa adanya kompromi dari kedua pihak maka akan pernikahan berakhir dengan perceraian.

4. Anak-Anak

Satu per tiga kasus perceraian terjadi karena persoalan anak. Tidak punya anak, kebanyakan anak, harapan yang berbeda terhadap anak, masalah pendidikan dan kesehatan anak. Semuanya bisa menjadi pemicu pertengkaran yang berujung pada perceraian.

5. Kekerasan

Kekerasan mencakup tindakan fisik, ucapan ataupun kekerasan secara emosional. Anehnya, menurut Asosiasi Advokasi Perempuan, istri yang mengalami tindak kekerasan dalam rumah tangga banyak yang menolak melakukan perceraian. Rata-rata mereka hanya meninggalkan suami mereka sementara waktu dan kemudian rujuk lagi, begitu seterusnya enam sampai delapan kali sepanjang pernikahan mereka sampai mereka akhirnya menuntut bercerai.

6. Masalah Komunikasi

Banyak pasangan yang saling tertutup dan jarang berkomunikasi secara terbuka. Hal ini kadang menyebabkan kesalahpahaman dan memicu pertengkaran. Masalah pemicu pertengkaran biasanya berasal dari masalah keuangan dan masalah bagaimana membesarkan anak.

7. Masalah Keluarga

Hubungan antar anggota keluarga, orang tua dan anak, saudara sekandung, saudara ipar atau adanya anak tiri, bisa menjadi sumber masalah bagi hubungan suami istri. Sikap yang bijaksana adalah bagian penting dari keberanian dalam menghadapi berbagai masalah keluarga dan perkawinan.

8. Kedekatan dengan Teman

Hubungan pertemanan yang terlalu dekat, baik oleh suami maupun istri bisa juga menjadi sumber gangguan pada hubungan suami istri.  Teman yang sejati seharusnya mampu mengeratkan hubungan antar suami-istri.

9. Masalah Ketergantungan 

Narkoba, alcohol, judi, semua itu  adalah kebiasaan buruk yang membuat ketagihan dan ketergantungan dan sangat merusak perkawinan.  Meski tidak disertai dengan tindak kekerasan, perilaku ketergantungan akan membuat perkawinan menjadi hal yang mustahil. Selain itu, ketergantungan juga bisa menjadi pangkal dari masalah keuangan dalam  rumah tangga.

10. Masalah Kepribadian 

Ada banyak tipe–tipe kepribadian yang bisa menyebabkan ketidakcocokan antar pasangan. Baik ketidakcocokan dalam hal seks, intelektualitas maupun emosi. Pasangan yang memiliki kebutuhan berlebihan untuk disenangkan atau direndahkan pasangannya bisa menghalangi terjalinnya komunikasi yang sehat.

11. Masalah Ekspektasi 

Kemampuan untuk menyesuaikan diri dalam kehidupan perkawinan sering tergantung pada adanya harapan-harapan yang realistis dari masing-masing pihak terhadap pasangannya. Jika ada harapan-harapan romantisme yang terlalu muluk dan tidak realistis, maka hal ini bisa menjadi pangkal dari keretakan suami-istri. Agar perkawinan dapat bertahan, memang dibutuhkan tingkat kedewasaan dari suami mapun istri.

12. Masalah Waktu 

Pekerjaan dan jadwal kegiatan di rumah seringkali tidak saling bersesuaian. Suami maupun istri, masing-masing memerlukan waktu kebersamaan maupun waktu untuk diri sendiri. Dan keterampilan untuk mengimbangi kedua hal tersebut sangatlah penting dalam menjaga keutuhan perkawinan.


Islam menempatkan ikatan pernikahan sebagai satu anugerah yang sangat besar bagi manusia. Ikatan ini menjadikan sesuatu yang tadinya haram menjadi halal, bahkan membuatnya menjadi ibadah. Islam telah mengatur bagaimana kita harus menjaga sikap terhadap lawan jenis sebelum terjadi pernikahan.

Kesimpulannya, perceraian adalah satu hal yang halal tapi sebisa mungkin harus kita hindari. Karena pasti itu tidak menjadi tujuan dari pernikahan kita. Yang harus kita lakukan adalah mempersiapkan diri kita sebaik mungkin untuk menjalani kehidupan setelah pernikahan. Kita harus belajar mengendalikan ego dari sekarang. Karena kebanyakan dari kasus perceraian dewasa ini terjadi disebabkan ego yang tidak terkendali. Dan yang terpenting adalah menjadikan kasus-kasus itu sebagai pelajaran dalam mempersiapkan diri untuk menikah. Karena banyak orang yang pada awalnya sangat idealis tentang pernikahan, justru pada akhirnya bercerai disebabkan ketidakmampuan mereka mengendalikan ego masing-masing.




Sumber : dikutip dari beberapa sumber
ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free
QoinPro.com: Free Bitcoins every 24 hours
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2016. Berlan88 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger